Regulasi Knalpot Racing Gak Jelas, Jangan Salahkan Pemakainya…. (+)

100_1199

Sebuah aturan, sejatinya memang untuk di taati. Namun, bagaimana jikalau aturan tersebut GeJe? a.k.a Gak Jelas akan maksud dan sasarannya. Tentunya akan menjadi pro kontra yang berkepanjangan dan tak jelas ujung penyelesaiannya.

Berbicara tentang penggunaan knalpot racing, sangat disukai oleh pemilik roda dua tentunya. Apalagi bagi yang suka menguji performa, tentu knalpot racing adalah pilih pertama untuk dijajal kemampuannya.

Semakin banyaknya pengguna knalpot racing membuat pemerintah tergerak untuk membatasi pergerakan penggunanya. Dengan berbagai macam alasan, untuk mewujudkan lingkungan hijau, bising dan lain sebagainya. Namun, nyatanya regulasi yang ditetapkan tersebut membuat bingung pengguna knalpot racing.

Lagi-lagi karena regulasi pemakaian knalpot racing yang tak jelas. Sampai sekarang pun, berbagai macam razia dilakukan hingga melepas knalpot racing ditempat bagi yang ketahuan memakai saat adanya razia. Jelas ini pembodohan, bagaimana bisa aparat melakukan razia kalau peraturannya belum jelas dan belum final.

Contohkan saja terkait masalah kebisingan yang ditimbulkan knalpot racing, tak ada aturan jelas tentang ambang batas kebisingan (db) sehingga jangan salahkan pengguna jika mereka memakainya. Karena fnc penasaran akan regulasi knalpot racing ini, fnc coba kontak teman dari forum yamaha T135 yang berada di filipina. Berikut jawaban beliau,

our laws here in our country are vagued (not very clear). The law said you cannot use any vehicles that emits irritating sound but theres no specific decibel. so we can use any exhaust pipe as long as theres a muffler on it.

Nah lho, di filipina pun kejadiannya sama dengan di indonesia. Pemerintah hanya pandai membuat aturan yang melarang tanpa menjelaskan lebih terperinci akan aturan tersebut. Berapa db maksimalnya dan sebagainya. Sehingga tanpa adanya aturan yang jelas, sah-sah saja pengguna motor mengaplikasikannya. (fnc)

_____________________

Berita Terkait :

About fncounter

Just a Simple Life

Posted on Maret 6, 2013, in Hukum and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. masukan juga nih soal lampu….. silau itu harus jelas maksimum berapa candela, warna cahaya berapa K, dari jarak berapa meter, dan sudut berapa…..
    SNI hanya bilang: putih atau putih kekuningan, dan tidak menyilaukan…. (LOL)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 874 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: